ArtikelBerita

Ketum HATINDO, Lukas Kacaribu, SH, MH, Kecam dan Usut Otak Bom Gereja Katedral Makasar

116views

Ledakan keras terdengar sejumlah warga yang berada di dekat Gereja katedral Kota Makasar, menyangka ledakan akibat trafo listrik yang meledak warga bergegas mendekati tempat kejadian dan melihat tubuh tercabik dengan potongan yang terserak tepat di depan pintu masuk Gereja.

Kembali aksi teror bom bunuh diri yang dilakukan oleh teroris menggegerkan warga Kota Makasar yang sedang beribadah pagi itu, tepatnya Minggu 28/3/2021 pukul 10.28 WITA, Teror Bom yang belum dapat teridentifikasi pelakunya, mengundang gerak cepat Pasukan Densus 88 untuk segera memblokade wilayah Gereja Katedral tersebut di jalan Kajaolalido Kota Makasar

Korban dari pihak Jemaat yang sedang melakukan ibadah di Gereja Katedral tersebut diperkirakan sebanyak lima orang yang telah dilarikan ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan yang lebih intensif.

Ledakan pagi itu mengundang respon yang tegas dari Ketua Umum HATINDO (Hamba Tuhan Indonesia) Lukas Kacribu, SH, MH yang menyatakan kejadian ini telah merobek tatanan kebhinekaan di Indonesia dan HATINDO yang telah menjadi sebuah Ormas Nasional yang disahkan Kemenkumham 3 tahun lalu menyesalkan aksi tersebut..

“Teroris kembali berulah yang menginginkan kekacauan kembali di Indonesia, tak ada yang menyangka pagi ini kita dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri dari teroris yang belum teridentifikasi jasadnya “ sesal Lukas Kacaribu

Beliau mengajak seluruh Umat Kristiani di Indonesia agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan kabar berita yang tidak benar, dan foto-foto yang berseliweran di dunia maya

“ Saya berharap kita sebagai umat kristiani bersabar dengan proses yang telah di lakukan aparat dari densus 88 dan TNI POLRI yang segera melokalisir tempat kejadian, dan kita tidak perlu meneruskan foto-foto yang tidak berkenan yang akan membuat senang hati peneror, karena pesan yang diinginkan mereka sampai dan tersebarluas untuk menciptakan rasa takut” tegasnya menghimbau

Kejadian teror terhadap rumah ibadah kembali terjadi, dimana pada akhir November 2020 lalu Teroris di Sigi Sulawesi Tengah yang membantai beberapa jemaat dengan sadis di Gereja Bala Keselamatan pun masih menyisakan trauma yang begitu mendalam di tengah keluarga korban yang merasakan kekejian teroris MIT (Mujahidin Indonesia Timur)

Tindakan penanganan dari Densus 88 telah dilakukan secara ketat dengan memblokir beberapa jalan yang terhubung ke Gereja Katedral untuk mengamankan dan meneliti barang bukti untuk mengungkap teror bunuh diri tersebut.

Lukas Kacaribu pun mengimbau kepada pemerintah provinsi dan juga pusat untuk menangani dengan segera kejadian yang melukai keragaman agama di Indonesia ini.

“Kita tidak boleh terpancing isu apa pun sebelum semua ini terungkap dan jelas motif bom bunuh diri tersebut, dan saya juga meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk mengusut tuntas kasus ini, karena kalau dibiarkan, para peneror akan semakin merajalela, mereka lebih leluasa lagi menciptakan keresahan di tengah masyarakat yang memiliki keberagaman suku, agama, dan ras, sesegera mungkin TNI POLRI menumpas otak dibalik teroris ini” terang Lukas Kacaribu berharap pemerintah segera mengusut kejadian ini

Pihak keamanan masih menyelidiki kasus ini yang disinyalir telah terekam melalui CCTV yang terpasang di jalan raya, dimana Peneror menggunakan sebuah taksi dalam menjalankan aksinya, dan dari rekaman tampak mobil taksi tersebut meledak di tengah jalan dan membuat penerornya tercabik bagian tubuhnya.