ArtikelBerita

Melayani di 7 Gunung Transformasi Sosial

123views

Pdt. Lukas Kacaribu, SH, MM, MH, M.Pdk lahir di Kabanjahe, Sumut 17 Agustus, 45 tahun tahun silam, adalah seorang pendeta, pengusaha dan pengacara. Menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juruselamatnya sejak duduk di bangku SMP, kala itu ayahnya divonis dokter RSPAD Jakarta hanya bisa bertahan hidup 6 bulan karena cancer THT stadium 4, sudah Udak ada harapan namun secara ajaib ayahnya disembuhkan dan dipulihkan sempurna ke ka seorang Hamba Tuhan desa yang berprofesi sebagai mantan supir truk di kota Medan mendoakannya di dalam Nama Tuhan Yesus yang berkuasa. Sejak saat itu seisi keluarga menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus, dak hanya keluarga, tapi keluarga besar dan sekampung menerima Kristus. Ayahnya menjadi penginjil keliling dari desa ke desa di Sumatera Utara, dan bersaksi di KKR – KKR.

Sejak kecil Pdt. Lukas Kacaribu, SH, MM, MH, M.Pdk bercita-cita ingin menjadi Jenderal namun Tuhan memiliki rencana yang lain, gagal masuk AKABRI di tahap Pantohir sedangkan dana untuk kuliah dak ada, Pdt. Lukas memutuskan untuk mengadu nasib ke Jakarta. Awal berkarir sebagai seorang kondektur bus Miniarta di Jakarta. Selama 2 tahun menjadi kondektur beliau mendirikan persekutuan supir-supir dan kondektur di Terminal Depok dan Pasar Minggu Jakarta. Selanjutnya Tuhan pimpin menjadi O ce Boy di perusahaan asing ING Grup. Disanapun beliau mendirikan persekutuan doa kantor, meskipun seorang O ce boy ha nya tetap berkobar untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia kerjanya.

Suatu hari, atasannya menghadiri persekutuan dan melihat beliau mampu mengkoordinir persekutuan, dak lama kemudian dinaikkan jabatannya dari O ce Boy menjadi staf tetap, disitulah awal karir melejit bagaikan Raising Star Employee. Setelah 20 tahun malang-melintang, bekerja di berbagai macam perusahaan hingga mencapai Top Level Manager, berbekal pengalaman bekerja di berbagai perusahaan dan hobi terbesarnya melalap buku, Pdt. Lukas Kacaribu, SH, MM, MH, M.Pdk memutuskan untuk terjun ke dunia usaha. Kini beliau mendirikan perusahaan sendiri dalam grup SUMTECH yang membuat dan memformulasikan Produk Kesehatan, Produk Pertanian, Perikanan dan peternakan sudah didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Ketua DPD Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Jawa Barat yang masuk dalam “21 Tokoh Kris ani 2014 Pilihan Majalah Narwastu”, adalah juga Pendiri Forum Bhinneka Tunggal Ika, forum yang terbentuk saat melihat keadaan negeri ini, terutama kelompok-kelompok di tengah masyarakat yang sering memaksakan kehendak dan bersikap intoleran. Ia pun priha n terhadap anak-anak bangsa yang kurang mencintai dan menghargai sesame dengan mengusik ideologi Pancasila yang ada di tengah bangsa ini dengan ideologi lain.

Baru-baru ini Pdt. Lukas Kacaribu, SH, MM, MH, M.Pdk menyampaikan visi dan kerinduannya kepada Majalah D’SALT untuk mendirikan sebuah organisasi/ wadah yang bisa berbuat sesuatu untuk transformasi negeri ini. Buku karangan Peter Wagner berjudul Transfer Kekayaan Besar-besaran, dilepaskannya Dana untuk Pelebaran Kerajaan Allah terbitan Nafiri Gabriel itulah yang menjadi inspirasi dan membangkitkan roh Pdt. Lukas Kacaribu, SH, MM, MH, M.Pdk untuk mendirikan Asosiasi HATINDO (HAMBA TUHAN INDONESIA).

Dituliskan bahwa ini sudah jaman akhir, akan ada gerakan terakhir, terhebat, terbesar dan ini merupakan raksasa yang dur selama ini, namun menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, raksasa itu akan bangkit yaitu ke ka orang- orang MARKETPLACE bangkit. Jadi kuasa Allah di dunia kerja akan beroperasi ke ka orang marketplace benar- benar menjadi the agent of change, anak- anak Tuhan memiliki spirit EXCELLENT. Menjadi

excellent bukan untuk sekedar uang semata-mata, atau menerima apresiasi, ingin juara, ingin followernya banyak, tapi agar nama Tuhan dimuliakan dan untuk mengusir kuasa setan di masyarakat.

Seringkali orang menyebut pendeta, full(mer sebagai hamba Tuhan dan memang dak salah, sedangkan seorang bisnisman atau profesional lainnya adalah “orang awam” dak disebut hamba Tuhan, dan merasa wajar- wajar saja apabila kaum profesi dak  Bersama Advokat Pengawal Pancasila berapi-api serta  dak radikal di  dalam Tuhan karena  mereka bukanlah seorang hamba Tuhan. Kalau hanya pendeta serta full mer saja yang melakukan misi memenangkan jiwa akan sangat berbahaya itu berar hanya 1% – 10% saja dari seluruh jemaat gereja yang mengubah masyarakat, sedangkan misi gereja bergerak ke pedalaman atau daerah terpencil Indonesia. Injil Kerajaan akan sangat lambat berkembang di bangsa ini bahkan ke nggalan dengan pengaruh tatanan dunia yang membawa kebinasaan. Jangan heran apabila kemiskinan, korupsi, perang, perdagangan seks, Undak kekerasan, aborsi, LGBT, penyakit dan kebobrokan lainya akan merajalela.

Kita sering mendengar orang berkata, “tetapi saya ini hanya orang awam” kedengarannya begitu rendah ha , tetapi sebenarnya menunjukkan mereka dak menger Amanat Yesus. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa se ap orang Kristen adalah pelayanan/ Hamba Tuhan. “Kaum awam” bukanlah objek (sasaran) pelayanan, sebagaimana sering dimenger , melainkan merekalah subjek pelaku pelayanan gereja. Kaum “awam” lah yang harus menjadi ujung tombak penginjilan, karena di marketplace ini sangat mudah menjangkau jiwa, karena every day you face the soul, the harvest. Demos Shakarian pernah berkhotbah, “kau harus melihat se ap orang seperv sebuah dunia dan kau harus menangkan satu jiwa, karena saat

 

Tetapi, pekerjaan itu sendiri bukanlah kutuk, bekerja adalah Amanat sang pencipta. Tuhan saja adalah seorang pekerja keras begitupun ciptaanNya.

 

satu orang kau jangkau maka istri diselamatkan, orang tuanya diselamatkan, rekanannya diselamatkan”. Wow luar biasa bukan? Oleh sebab itu orang Kristen harus berada dalam “dunia marketplace”, sebagaimana ha Tuhan Yesus mengasihi dunia, Dia berinkarnasi ke dalam dunia demi menyelamatkan dunia. Orang percaya juga harus melakukan hal yang sama di kota- kota yang bebal, kotor dan berdosa ini, di manapun kita ditempatkan Tuhan.

Pdt. Lukas Kacaribu, SH, MM, MH, M.Pdk menguraikan kepada Majalah D’Salt setelah Allah menyelesaikan penciptaan di dunia ini, Allah memberikan perintah AMANAT pen ng kepada manusia: ”Allah memberka mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan- ikan di laut dan burung- burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi” (Kejadian 1:28). Mandat pen ng ini diberikan kepada se ap manusia, Orang Kristen yang mempercayai Allah sebagai pencipta harus mentaa ini dengan sepenuh ha . Sejak awal penciptaan Tuhan beri perintah untuk kita bekerja dan menaklukkan ciptaanNya.

Jadi jangan salah kita bekerja bukanlah akibat dosa, melainkan bagian dari prinsip penciptaan, namun dosa Adamlah yang menyebabkan penderitaan mulai menyertai kerja yang Allah berikan, tanah menjadi terkutuk, mungkin “seolah-olah” menyiratkan bahwa Allah menghukum Adam dan Hawa setelah mereka memberontak dengan membebankan pekerjaan. Ke ka menghukum pasangan manusia pertama ini, Allah mengatakan kepada Adam, ”Dengan keringat di mukamu engkau akan makan ro hingga engkau kembali ke tanah.” Apakah kutukan ini berlaku untuk semua pekerjaan? Tidak.

Tetapi, karena Adam dan Hawa dak se a, perluasan Firdaus Eden dak terjadi pada waktu itu. Tanah dikutuk oleh Allah. Orang harus mencucurkan keringat dan bekerja keras agar bisa memenuhi kebutuhan hidup, sekarang ini bekerja bisa menjadi beban bahkan stres, kecelakaan, kejenuhan, kekecewaan, persaingan, penipuan, dan ke dakadilan, kemiskinan, korupsi dan lain sebagainya ini barulah beberapa ”tanaman berduri serta rumput duri” yang kini dikaitkan dengan pekerjaan. Tetapi, pekerjaan itu sendiri bukanlah kutuk, bekerja adalah Amanat sang pencipta. Tuhan saja adalah seorang pekerja keras begitupun ciptaanNya.

Ada AMANAT selanjutnya yang utama bagi kita murid- muridnya yang sering kita kenal yaitu AMANAT AGUNG. Mat 28:19-20 “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan bapvslah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh

Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dam kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8). Ini tugas bagi se ap orang percaya tanpa kecuali, Tuhan memerintahkan “Menjadikan semua BANGSA murid-KU”. Jadi bukan hanya orang secara individu, namun memuridkan, mengajar, membap s bangsa.

Ada 7 pilar yang membentuk suatu masyarakat/ bangsa yaitu (1) Keluarga, (2) Agama, (3) Bisnis, (4) Pendidikan, (5) Pemerintah, (6) Seni& Hiburan serta (7) Media. Ke 7 “gunung” inilah yang harus di transformasi oleh anak- anak Tuhan sehingga Kerajaan Allah, kekuasaanNya, KedaulatanNya, nyata atas Indonesia.

Tuhan Yesus µdak pernah mengutus murid-muridnya untuk memberitakan Injil gereja, namun Dia mengutus murid- muridnya untuk memberitakan Injil Kerajaan. Kerajaan (KINGDOM) terdiri dari dua bagian yaitu King (Raja) dan Dom (Dominion) kekuasaan. Kerajaan Allah bukan berbicara tentang suatu geopoli k, Kerajaan Allah ada dimanapun orang-orang yang mengakui Tuhan Yesus sebagai raja mereka, kalau Yesus adalah rajamu berar kita ada dalam Kerajaan Allah. Lukas 17:21 “Kerajaan Allah ada diantara kamu”.

Sebuah kerajaan yang berdasarkan kasih, keadilan dan kebenaran, bisnis dijalankan dengan penuh e ka, dan pendidikan lebih dipusatkan pada pengejaran akan kebenaran dan bukan mengindoktrinasi anak- anak muda dengan filsafat-filsafat popular saat ini.

Dan Ini lah yang menjadi focus daripada HATINDO, sebagai organisasi mandiri HATINDO rindu untuk merangkul banyak tokoh Kris ani berpengaruh, baik dari latar belakang ekonomi, poliUk, hukum, pendidikan, kemasyarakatan dan sosial. Kita ingin agar HATINDO kelak bisa mengkader atau menyiapkan orang-orang yang berkarakter dan beriman tangguh agar kelak bisa melakukan perubahan yang lebih baik lewat profesinya untuk mentransformasi bangsa,” papar lulusan Sarjana Komunikasi IISIP Jakarta dan Magister Hukum Universitas Padjadjaran. Ke ka kita menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, cara pandang kita terhadap 7 pilar di dunia juga dibaharui, kita menjadi garam dan terang bagi bangsa . Memang Pdak bisa dipungkiri masih banyak orang Kristen berpikir Kerajaan Allah hanya bisa dirasakan di Gedung Gereja se ap hari Minggu, sedangkan hari Senin – Sabtu di dunia nyata mereka dak terkoneksi sama sekali dengan “Kerajaan Allah”.

Banyak yang bersikap pasif terhadap hidup beriman mereka, karena penger an mereka yang dangkal tentang kebenaran Firman Tuhan dan dak dila h dengan baik. Namun apabila semua orang percaya dila h maka sikapnya akan menjadi lebih ak f untuk menjadi saksi- saksi Kristus di dunianya. Bayangkan sekitar 16 jam kita bangun, dan hampir 50% nya kita berada di dunia marketplace, sudah seharusnya lah “Kaum awam” dila h dan disadarkan bahwa ladang pelayanan mereka adalah dunia nyata mereka di pekerjaan. Jangan membatasi cakupan pelayanan hanya di gereja. Tetapi sesungguhnya ladang pelayanan kita adalah dunia ini. Dunia dimana kita hidup dan bekerja itulah tempat dimana kita pelayanan. Tuhan membutuhkan kaum professional yang menganggap dunia ini sebagai jemaatnya sendiri.

Sejak tahun 2001 mulai terjadi perubahan paradigma para pemimpin kunci di gereja-gereja seluruh dunia. Mereka sekarang dak hanya berbicara mengenai penginjilan tetapi berbicara tentang TRANSFORMASI – perubahan dalam masyarakat. Gereja sebenarnya adalah ins tusi yang paling kuat dalam 2000 tahun terakhir ini (Mat 16:18), tetapi kebanyakan orang sekarang mendefinisikan gereja hanya sebagai suatu tempat berkumpul sekelompok orang selama 2 jam di se ap akhir pekan.

Hal ini seharusnya dak boleh terjadi! Bagaimana seharusnya kita mendefinisikan gereja di hari Senin sampai dengan Sabtu? Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Allah ada di dalam kita. Berar ke mana pun kita pergi kita membawa hadirat Tuhan bersama-sama dengan kita! Dan di mana orang-orang percaya di hari Senin sampai dengan Sabtu? Di “marketplace”, dunia kerja, dunia usaha. Ubahlah paradigma kita tentang gereja. Kita dak boleh menganggap gereja adalah gedung yang dibatasi oleh 4 temboknya. Tetapi kitalah gereja Tuhan. Di mana pun kita berada dari Senin sampai dengan Minggu kita membawa hadirat Tuhan bersama-sama kita!

Bagaimana Hubungan Tuhan Yesus dengan dunia Kerja?

Teladan kita Tuhan Yesus!, Siapakah Yesus? Waktu Dia mulai berkhotbah, banyak orang kaget karena mereka lebih mengenal Yesus sebagai seorang bisnisman dan bukan pengkhotbah profesional. Orang-orang di zaman-Nya menyebut Dia “Tukang Kayu,” mana mungkin Dia bisa berkhotbah? Is lah “Tukang Kayu” pada masa itu bukan kuli yang pekerjaannya nukang, tapi lebih setara dengan kontraktor. Waktu Yesus mulai berkhotbah, Dia sebenarnya sudah menekuni pekerjaan sebagai kontraktor ini selama 15-20 tahun!

Waktu Yesus mulai berkhotbah, Dia sebenarnya sudah menekuni pekerjaan sebagai kontraktor ini selama 15-20 tahun!

Orang-orang di zamannya senang mendengar khotbah Yesus, karena Yesus dak berkhotbah dengan jargon-jargon atau is lah theologi yang hanya dimenger oleh mereka yang lulusan Sekolah Alkitab; Yesus memakai bahasa sehari-hari yang dimenger oleh kebanyakan orang pada waktu itu. Yesus menggunakan is lah DUNIA USAHA/ MARKETPLACE: “kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” – Mat 11:30 Apa itu “kuk”? Apa itu “beban”? Ini adalah is lahnya para petani. Yesus juga menggunakan is lah yang dipakai oleh para kontraktor. Dia mengatakan tentang membangun rumah dengan dasar batu dan dengan dasar pasir. Yesus juga berbicara tentang pembuatan anggur, bertani, beternak, dll.

Perumpamaan tentang mempekerjakan orang di kebun anggur, tentang mengupah pekerja di jam kerja pertama, kedua, ke ga. Apakah itu? Cara menggaji dan mengatur sta ! Perumpamaan tentang 2 orang anak, seorang Bapa mengirim anak pertama dan anak kedua. Apakah itu? Perusahaan keluarga! Perumpamaan tentang talenta, 5 talenta, 2 talenta, 1 talenta. Apakah itu? Return of investment. Bagaimana kita mendapatkan keuntungan dari penanaman modal kita.

Yesus adalah sahabat orang miskin, kita tahu semua itu. Tapi Yesus juga dak punya masalah untuk bergaul dengan kalangan kelas atas, orang-orang kaya dan terkenal. Seandainya Yesus hidup di zaman kita ini, kira-kira apa yang akan Dia kerjakan di hari Sabtu malam? Dia akan menghadiri dinner di Hotel Berbintang, Anda akan menemukan Yesus sedang dinner dengan pembesar- pembesar, tokoh- tokoh masyarakat. Bahkan kalau Anda mempelajari Alkitab, banyak orang kaya yang mensuport visi dan proyek-proyeknya Yesus. Bagaimana Yesus

mendanai pelayanan-Nya? Yesus µdak mengambil sepeser pun dari Synagog atau gereja di masa kini. Se ap sen yang Dia dapatkan adalah dukungan dana dari orang-orang yang ada di DUNIA USAHA/ MARKETPLACE.

 

Bagaimana hubungan Murid-Murid Yesus dengan Dunia Kerja?

Waktu Yesus merekrut 12 orang murid, µdak ada satupun yang lulusan Sekolah Alkitab, dak ada satu pun di antara mereka yang merupakan full mer di synagog/ gereja. Mereka semua adalah profesional

di DUNIA USAHA / MARKETPLACE. Petrus dan Andreas – nelayan. Yakobus dan Yohanes menjalankan perusahaan makanan ayah mereka. Zebedeus, ayah mereka, adalah pengusaha makanan yang sukses. Ma us – orang pajak, dia pas pintar akuntansi. Tidak ada satupun murid Yesus yang punya latar belakang sekolah agama! Penulis Injil Lukas, siapa dia? Seorang dokter. Yohanes Markus, yang menulis Injil Markus, berasal dari keluarga kaya. Ibunya, yang bernama Maria, rumahnya dipakai sebagai Rumah Doa di Kitab Kisah Para Rasul.

Jemaat pada gereja mula-mula antara lain: Sida-sida Ethiopia. Dia adalah menteri keuangan Sri Kandake. Roma 16, ada yang bernama ERASTUS, seorang bendahara negeri – kira-kira setara dengan Gubernur Bank Indonesia. Mereka ini adalah orang-
orang terkenal yang jadi jemaat gereja mula-mula. Orang-orang dari DUNIA USAHA/ MARKETPLACE. Lukas menulis surat kepada THEOFILUS, semua komentar menuliskan bahwa dia ini adalah orang yang memiliki kedudukan pen ng secara poli k, seseorang dari kalangan atas dalam lapisan sosial masyarakat. Semua mereka ini adalah orang-orang bisnis.

Paulus menjangkau kota-kota besar karena dia menyadari di kota besarlah letak pengaruh dari pilar-pilar yang mempengaruhi masyarakat atau suatu bangsa. Waktu Paulus terus melakukan penjangkauan, jumlah mereka bertumbuh menjadi 60 ribu orang dalam beberapa tahun! Itu ar nya ¼ penduduk kota Efesus menjadi anggota dari 1 gereja! Ini terjadi 2000 tahun yang lalu. Kalau hal ini bisa terjadi di waktu itu, hal ini juga bisa terjadi sekarang!

Kisah Para Rasul 19:10, Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani. Paulus terus melakukan penjangkauan. Dia menjangkau orang Yahudi dan orang Yunani. Orang Yunani adalah orang-orang di DUNIA USAHA/ MARKETPLACE. Kisah Para Rasul 2 gereja berdiri dan bertumbuh. Tetapi baru dalam Kisah Para Rasul 19 waktu Paulus memberikan pengaruhnya pada DUNIA USAHA/MARKETPLACE maka gereja mengalami “ledakan pertumbuhan” dan menjangkau orang-orang non Yahudi!

 

Dalam Kisah Para Rasul 19 waktu Paulus memberikan pengaruhnya pada
DUNIA USAHA/MARKETPLACE maka gereja mengalami “ledakan pertumbuhan” dan menjangkau orang-orang non Yahudi!

 

Ada 24 suku bangsa di Asia Kecil pada waktu itu yang dikunjungi oleh Paulus, dan masyarakat mengalami perubahan drama s karena Paulus pergi ke DUNIA USAHA/MARKETPLACE! Saya percaya inilah yang Tuhan rindukan untuk Indonesia, Tetapi kita dak bisa mengubah dunia ini kalau kita dak mau meninggalkan rasa nyaman di ke-4 dinding gereja ini. Kita dak bisa mengubah dunia kalau kita hanya mengharapkan 1% dari jemaat, yaitu para pendeta dan full mer saja yang melakukan AMANAT AGUNG. Kita hanya bisa membawa KERAJAAN SORGA turun dalam dunia ini kalau SETIAP kita menyadari bahwa: kita adalah Hamba Tuhan, diurapi untuk DUNIA USAHA/ MARKETPLACE. Kitalah gereja-Nya Yesus Kristus 24 jam per hari, 7 hari seminggu, 365 hari Zap tahun!

Kita harus sadar bahwa kita membawa hadirat Tuhan. Kita diciptakan bukan hanya untuk survive di dunia usaha, di sekolah meskipun faktanya berat sekali untuk hidup sebagai orang percaya di dunia usaha, saya mengalaminya karena saya terjun di dunia kerja. Kita harus sadar bahwa Kita adalah Hamba Tuhan, garam dan terang dunia. Kita harus sadar bahwa kita membawa suara Tuhan di pertemuan direksi, bank, dunia usaha, kampus, rumah sakit, media dan Tuhan ingin kita excellent dalam pekerjaan kita dan menjadi diberka supaya kita bisa berbicara pada para pembuat keputusan, pembuat policy, pembentuk masyarakat. Tuhan menempatkan kita dari Senin – Sabtu di dunia usaha untuk membawa kerajaan Sorga dan mengubah masyarakat.

Kisah Para Rasul 1:8 “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Ujung Bumi bisa saja di belakang rumah kita dan dimana saja. Kita harus menjadi saksi Kristus dimanapun kita berada. 7 pilar inilah untuk mencapai 7 Ujung Bumi, yaitu: agama, pemerintahan, pendidikan, media, seni dan budaya, keluarga, dan bisnis.

1. AGAMA.
Kristen merupakan suatu hubungan dengan Tuhan. Gereja memang belum sempurna tetapi sangat diperlukan agar iman kita semakin berakar, bertumbuh, dan berbuah.

2. PEMERINTAHAN.
Kita bukan hanya membutuhkan orang-orang seper Ezra (pendeta), Daniel, Sadrakh, Mesakh, Abednego, dan Ester. Kita pun membutuhkan orang-orang seper Nehemia (kepala daerah). Roma 13:4-5 Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena dak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara ha kita. Faktanya orang-orang di pemerintahan dak selalu bekerja untuk kebaikan kita. Kebenaran bisa dinyatakan salah dan yang salah bisa dibenarkan. Maka, Tuhan akan menggerakkan HAMBANYA di pemerintahan untuk mengubahkan keadaan. Jadilah pegawai negeri, tentara, atau DPR, dll bekerjalah dengan benar untuk memuliakan Kristus.

3. PENDIDIKAN.
Ma us 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senan asa sampai kepada akhir zaman. Jika menjadi guru, jangan jadikan itu sebagai batu loncatan dan jangan hanya demi uang. Yakobus 3:1 Saudara-saudaraku, janganlah banyak orang di antara kamu mau menjadi guru; sebab kita tahu, bahwa sebagai guru kita akan dihakimi menurut ukuran yang lebih berat. Se ap sekolah pas mengajarkan pengetahuan yang sama karena bukunya sama. Namun, sekolah Kristen harus berbeda dari sekolah lain dalam hikmat. Hikmat membuat seseorang dapat mengelola pengetahuannya dengan benar. Tanpa hikmat, anak-anak bisa pintar tetapi menyembah berhala atau menjadi ‘rusak’. Maka, jika kita terpanggil menjadi guru, berdoalah terlebih dahulu se ap kali akan mengajar agar kita dapat membawa diri dengan baik di depan para murid. Tuhan akan menuntut pertanggungjawabanmu.

4. MEDIA.
Media bisa digunakan untuk kejahatan dan bisa pula digunakan untuk kebenaran. Media bisa saja disuap untuk menjelek-jelekkan orang tertentu, berita hoax. Namun, Tuhan akan menggerakkan beberapa orang Kristen untuk mengelola media sehingga dapat menyampaikan kebenaran. Saat ini media elektronik lebih berdampak daripada media cetak. Namun, masih banyak pula yang membaca koran. Selain itu, masih banyak film yang dak mendidik anak-anak sehingga dibutuhkan anak-anak Tuhan yang mau mengubahkan keadaan.

5. SENI dan BUDAYA.
Hal ini merupakan isi dari media. Dampak pencurahan Roh Kudus yang pertama kali bukanlah berbahasa Roh (Pantekosta) tetapi kemampuan seni dan budaya. Keluaran 31:1-6 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, telah Kutunjuk Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan penger an dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat berbagai rancangan supaya dikerjakan dari emas, perak dan tembaga; untuk mengasah batu permata supaya ditatah; untuk mengukir kayu dan untuk bekerja dalam segala macam pekerjaan. Juga Aku telah menetapkan di sampingnya Aholiab bin Ahisamakh, dari suku Dan; dalam ha se ap orang ahli telah Kuberikan keahlian. Haruslah mereka membuat segala apa yang telah Kuperintahkan kepadamu:

6. KELUARGA.
Betapa pen ngnya peran keluarga bagi suatu bangsa, Keluarga kuat maka bangsa akan kuat.

7. BISNIS.
Pebisnis bukan hanya diminta menjadi bendahara Sorga tetapi juga harus mengajarkan kebenaran karena perkataan pebisnis sukses lebih didengar daripada perkataan orang miskin. Orang-orang cenderung lebih senang membaca bukunya Bill Gates daripada buku-buku baik yang ditulis oleh orang-orang yang belum sesukses dia. Pebisnis harus bisa menjadi surat terbuka Kristus bagi orang lain dengan mengajarkan kebenaran. Pebisnis yang diselamatkan dari masalah hendaklah memberikan bantuan kepada pebisnis lain yang sedang dalam masalah.

Harapan dan doa kita bahwa di masa mendatang keadaan akan berubah, saat orang- orang percaya yang memiliki pola pikir dan mo vasi kerajaan bangkit menempa posisi- posisi berpengaruh di Ketujuh Gunung, mereka akan menjadi orang- orang yang dipakai Tuhan membawa transformasi social yang lebih cepat dan lebih besar. Ke ka hal itu terjadi maka tergenapilah AMANAT AGUNG TUHAN YESUS.

SALAM HATINDO!!